Motherhood

Newborn Photoshoot? Hmm …

June 7, 2017

Belakangan ini, foto adalah sesuatu yang sangat wajib dalam kehidupan kita. Mulai dari graduation, foto lamaran, pre-wedding, wedding, maternity-shoot, bahkan ada yang membuat birth-process photo hingga newborn-photoshoot.

Sebenarnya sudah sejak lama saya agak resah dengan hal ini. Newborn Photoshoot. Meskipun saya juga memfoto baby saya ketika berusia 1 bulan, namun itu bukan dalam suatu sesi photoshoot khusus melainkan pada saat Aqiqah.

Banyak sekali orang-orang di sosial media share foto-foto bayi mereka ketika baru lahir (usia hitungan hari) sudah diikutkan photoshoot. Dipakaikan baju macam-macam (kadang tidak dipakaikan baju, demi mengejar tema kostumnya), di atas karpet berbulu, dan bahkan yang paling bikin saya sedih itu badan bayinya sampai ditekuk-tekuk, dengan gaya bertopang dagu dan lain-lain.

Mungkin saya termasuk orang tua yang sangat konvensional ya. Tidak modern. Dan memang pada saat saya maternity shoot kemarin, saya sudah diceramahi oleh photographer saya, from a to z tentang newborn photoshoot. Bahwa hal itu tidak apa-apa, karena tubuh bayi dibawah 14 hari masih sangat lentur jadi bisa dibentuk-bentuk semau kita.

Tapi saya big no banget dengan yang namanya newborn photoshoot. Gak tega banget rasanya.

Did you know? Bayi umur beberapa hari di dunia ini pasti masih cukup sulit menyesuaikan suhu antara di dalam kandungan dengan dunia di luar kandungan. Dia pasti lebih sering merasa kedinginan. Saya nggak membayangkan bagaimana rasanya mereka, tidak dipakaikan baju, hanya pakai celana saja dan biar dikata lucu, dipakaikan dasi, syal, atau ornamen-ornamen lainnya biar kece.

Oh My Lord… belum lagi mereka dipoto dimasukkan ke keranjang, atau di atas karpet berbulu-bulu yang kita tidak bisa jamin apakah steril atau tidak.

Saya memaklumi, bahwa setiap orang tua ingin sekali mengabadikan kehidupan anak-anaknya sejak kecil. Namun, saya tetap kurang paham esensi dari newborn-photoshoot yang marak belakangan ini.

Mungkin jika ingin lebih safe, para orang tua bisa memfoto anaknya di rumah saja, dengan tetap dipakaikan baju yang hangat dan nyaman, di tempat yang aman.

Intinya, mereka masih sangat kecil, jangan cuma demi foto kece, kita membiarkan mereka merasa tidak nyaman.

Saya sendiri berencana untuk memfoto anak saya ketika ia sudah bisa duduk sendiri atau berdiri. Ketika ia sudah benar-benar nyaman dengan dirinya dan lingkungannya sendiri.

Semoga suara hati saya ini bisa memberikan insight baru, bahwa dunia tidak seindah timeline instagram.

🙂

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply